Gaya Perencanaan
Bagaimana Anda menyusun strategi sebelum bertindak?
Saya memecah proyek besar menjadi tugas-tugas kecil dengan tenggat waktu harian yang pasti.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Saya lebih suka membuat "To-Do List" yang kaku daripada bekerja mengikuti aliran mood saya.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Membuat rencana kerja harian secara mendetail justru membuat saya merasa terkekang.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Saya akan merasa cemas jika memulai minggu baru tanpa jadwal yang tertulis rapi.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Saya sering mengubah strategi kerja saya di tengah jalan jika menemukan cara yang lebih menarik.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Fokus & Eksekusi
Bagaimana Anda mempertahankan konsentrasi kerja?
Saya mampu bekerja fokus pada satu tugas (deep work) selama berjam-jam tanpa membuka ponsel.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Saya merasa lebih produktif jika mengerjakan beberapa tugas sekaligus (multitasking).
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Notifikasi pesan atau email baru sangat mudah mengalihkan perhatian saya dari tugas utama.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Ketika saya sudah masuk ke zona fokus (flow state), saya sering lupa waktu dan lingkungan sekitar.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Saya mudah merasa bosan jika hanya mengerjakan satu jenis pekerjaan yang sama seharian penuh.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Manajemen Tenggat Waktu
Respons otak Anda terhadap tekanan deadline.
Saya selalu menyelesaikan dan mengirimkan pekerjaan jauh sebelum tenggat waktu (deadline) tiba.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Ide-ide brilian saya justru sering muncul ketika waktu sudah mepet (pressure-prompted).
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Bekerja di bawah tekanan waktu yang sangat sempit membuat saya cemas dan hasil kerja saya berantakan.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Saya sering meremehkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah tugas (Fallacy of Planning).
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Saya rutin mencicil pekerjaan setiap hari agar tidak perlu begadang di malam sebelum penyerahan.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Pengambilan Keputusan
Antara analisis data dan intuisi batin.
Saya mengumpulkan dan menganalisis data dalam bentuk angka/grafik sebelum mengambil keputusan.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Seringkali saya mengambil keputusan penting berdasarkan "firasat" atau insting yang kuat.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Saya selalu menghitung untung-rugi (Return of Investment) secara matematis sebelum mengeksekusi ide.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Saya berani mengambil risiko tinggi jika saya merasa idenya memiliki "vibe" yang tepat.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Saya menolak mengambil langkah maju jika belum ada bukti riset atau preseden logika yang mendukungnya.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Bahan Bakar Motivasi
Apa yang membuat Anda terus bergerak maju?
Saya lebih termotivasi jika pekerjaan saya bisa menghasilkan pencapaian finansial atau jabatan yang terukur.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Saya rela dibayar lebih kecil asalkan pekerjaan tersebut memberi dampak positif yang besar bagi masyarakat.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Mendapatkan piala, sertifikat, atau pengakuan publik adalah bahan bakar utama ambisi saya.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Saya bekerja keras karena dorongan batin untuk menjadi versi terbaik dari diri saya, bukan demi tepuk tangan orang lain.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju
Tujuan utama saya bekerja cerdas adalah agar saya bisa pensiun dini dengan kebebasan finansial mutlak.
Sangat Tidak SetujuSangat Setuju